I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ketika
mempelajari mata kuliah kimia pasti kita akan melakukan suatu percobaan atau
praktikum. Suatu praktikum biasanya terjadi di laboraturium, yang pengertiannya
adalah sebagai ruangan yang dibatasi oleh dinding yang
di dalamnya terdapat alat-alat dan bahan-bahan beraneka ragam yang dapat
digunakan untuk melakukan eksperimen.
Di dalam laboraturium terdapat alat dan bahan – bahan kimia yang berbahaya.
Beberapa menyebabkan timbulnya penyakit seperti asam sianida yang dapat
menimbulkan pusing. Kita harus berhati hati dalam menggunakan alat dan bahan
kimia yang ada di laboraturium dan menaati tata tertib sehinggakeselamatan
kerja dapat terjamin. Alat dan bahan kimia yang biasa dipergunakan
dilaboraturium umumnya diberi simbol, misalnya simbol S yang berarti safe ty
atau aman dan simbol R yang berarti risk atau berbahaya.
Ketika
kita berada di laboratorium, kita akan diminta untuk menggunakan jas
laboratorium. Jas laboratorium yang berwarna putih ini akan melindungi kita
dari tumpahan zat berbahaya, melindungi pakaian agar tidak kotor dan siifatnya
mudah dibersihkan.
Pengenalan
kepada alat – alat kimia yang digunakan untuk mempermudah kegiatan atau acara
praktiku untuk selanjutnya. Dikenalkan nama, bentuk serta fungsi dari alat –
alat kimia tersebut.
B.
Tujuan
Mengetahui
nama dan fungsi dari alat – alat laboraturium, mengetahui jenis, sifat dan zat
kimia, serta mengetahui cara pemggunaan alat – alat laboratorium.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Kimia (dari bahasa Arab
transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani:
χημεία, transliterasi: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi,
struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta
perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang
ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan
interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut
pada tingkat makroskopik Menurut kimia modern,
sifat
fisik materi umumnya ditentukan
oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya
antaratom dan ikatan
kimia. Kimia adalah
ilmu yang mempelajari komposisi dan sifat suatu benda serta perubahan dan
pembentukan suatu zat itu. Benda juga di sebut dengan materi yaitu segala
sesuatu yang memiliki masa dan memiliki ruang (Muchtaridi, Justiana, 2006).
Seperti yang telah
dijelaskan pada praktikum pengenalan alat-alat laboratorium bertujuan untuk
membuat praktikan mengetahui fungsi atau kegunaan alat-alat laboratorium, oleh
karena itu, fungsi daripada tiap-tiap alat akan dijelaskan dengan tujuan agar
praktikan dapat memahami secara jelas kegunaan alat-alat laboratorium yang akan
dipakai. Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat
tersebut, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan
(Sodik, 2014).
Bahan yang digunakan dalam kegiatan praktik di laboratorium Kimia dapat berupa bahan kimia.
Dengan
karakteristik bahan kimia yang berbahaya mudah terbakar, mudah meledak, korosif dan
beracun. Contoh bahan kimia berbahaya seperti asam khlorida, asam sulfat dan
asam phosphat. Bahan kimia yang kurang berbahaya seperti aquadest, amilum,
yodium dan gula
Karakteristik bahan-bahan kimia berdasarkan sifatnya
yaitu: a). Alumunium sulfat AlSO4)
Ciri/ karakteristik : berbentuk kristal, berwarna putih , larut dalam air.
Aluminium sulfatdigunakan sebagai pengganti tawas; b). Amoniak (NH4OH) Ciri/karakteristik : mudah
menguap, jika terkena kulit dan mata menyebabkan iritasi, dalamwujud uap
mengganggu pernafasan; c). Asam sulfat (H2SO4)
Karakteristik : zat cair tidak berwarna, tergolong asam kuat, bersifat racun,
sangat korosif.Jika terkena kulit dapat menimbulkan luka parah dan jika terkena
kain dapat merusak kain; d). Asamk lorida
(HCl) Karakteristik : zat cair tak berwarna, bersifat racun, korosif;
e). Etanol (C2H5OH) Etanol sering juga disebut dengan alkohol.Karakteristik:
zat cair tidak berwarna, mudah menguap, muah terbakar, biasanya
digunakansebagai pelarut; f). Natrium klorida (NaOH) Natrium klorida merupakan
zat padat berwarna putih, bersifat racun, bersifat korosif, danmudah menyerap
uap air, udara (Mustafa,2007).
Peralatan dasar
laboratorium : Gelas kimia adalah gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala
sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas
hingga suhu 200°C ; Gelas ukur adalah gelas tinggi dengan skala disepanjang
dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas ; Pipet
adalah Alat yang digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun
takaran bebas ; Buret adalah tabung kaca bergaris dan memilii kran diujungnya ;
Tabung reaksi adalah tabung yang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari
borosilikat panas dan tediri dari berbagai ukuran ; Kaca arloji
terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran dan diameter ; Corong terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai ; Spatula adalah sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium ; Labu Erlenmeyer adalah gelas yang diameternya semakin keatas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Ukuran mulai dari 10 ml sampai 2 l ; Batang pengaduk yang terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan didalam gelas kimia (Day, 1998).
terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran dan diameter ; Corong terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai ; Spatula adalah sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium ; Labu Erlenmeyer adalah gelas yang diameternya semakin keatas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Ukuran mulai dari 10 ml sampai 2 l ; Batang pengaduk yang terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan didalam gelas kimia (Day, 1998).
Ilmu kimia sangat
bergantung pada pengukuran. Sebagai contoh, kimiawan menggunakan pengukuran
untuk membandingkan sifat dari berbagai zat dan untuk mempelajari perubahan yang
terjadi dalam suatu percobaan. Peralatan laboratorium yang biasa digunakan
untuk pengukuran yaitu buret, pipet, tabung volumetrik, labu ukur untuk
mengukur volume, timbangan untuk mengukur massa, dan termometer untuk mengukur
suhu. Alat-alat ini dapat mengukur sifat-sifat mkroskopik yang dapat ditentukan
secara langsung. Sifat-sifat makroskopik yaitu pada tingkat atom harus
ditentukan dengan metode tidak langsung (chang, 2005).
Alat-alat laboratorium yang digunakan dalam percobaan bermacam-macam
diantaranya alat pemanas yang terdiri dari pembakar gas, kaki tiga, segitiga
perselin, kasa, gegep, pemanas air, alat-alat perselin (cawan porselin dan
pinggan porselin). Selain itu juga digunakan alat-alat gelas. Sebelum digunakan
alat-alat gelas harus diperiksa dan kemudian dibersihkan. Alat-alat gelas
diantaranya gelas wadah, sedangkan untuk mereaksikan zat digunakan gelas ukur,
labu ukur (labu takar), pipet ukur (pipet gondok dan pipet mohr), dan buret.
Sedangkan alat-alat lain seperti, pengaduk gelas, erlenmeyer, corong, semprot,
kertas saring, timbangan dan lain-lain. Alat-alat gelas ini juga memiliki
kegunaan dan fungsi masing-masing yang berguna untuk memudahkan praktikan dalam
melaksanakan praktikum (Subroto, 2000)
Analisis
tidak boleh dilakukan dengan alat kaca yang tidak bersih. Alat kaca yang
tampaknya bersih belum tentu bersih dari sudut pandang seorang analisis.
Permukaan yang tampaknya tak ada kotoran sering masih tercemari oleh lapisan
tipis, tak tampak yang berminyak. Bila air dituangkan dari dalam suatu wadah
yang tercemar, air tidak terbuang secara seragam dari permukaan kaca, tetapi
menyisakan tetesan yang kecil, yang merepotkan atau kadang-kadang mustahil
dipulihkan. Alat kaca yang bisa dimasuki sikat seperti bekker dan erlenmeyer
paling baik dibersihkan dengan sabun atau detergen sintetik. Pipet, buret, atau
labu volumetri mungkin memerlukan larutan detergen panas untuk bisa benar-benar
bersih. Jika permukaan kaca itu masih membuang airnya secara seragam, mungkin
perlu digunakan larutan pembersih, yang sifat oksidasi kuatnya dapat memastikan
kebersihan permukaan kaca keseluruhan. Setelah dibersihkan, alat itu hendaknya
dibilas beberapa kali dengan air kran, kemudian dengan sedikit air suling, dan
akhirnya mengering sendiri
(Day dan Underwood, 1999)
III. METODE PRAKTIKUM
III. METODE PRAKTIKUM
A.
Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalan acara 1 adalah
buret, pipet seukuran, pipet tetes, volumetric flask (labu ukur), gelas ukur,
labu didih, labu elenmeyer, labu destilasi, kurvet, ekskator atau desikator,
tabung reaksi, cawan porselin, martil, sendok porselin atau spatula, filler,
drop atau penutup karet,tatif, oven listrik, waterbath, PH- meter, timbangan
analitik, DHL-meter, muffle furnace, spectrofotometer, flamefotometer, shaker,
centrifuge,deep freezer, kompor listrik, biosafety cabinet, autoclaf, natrium
karbonat (Na2CO3), acatil acid (CH3COOH), magnesium oxide
heavy (MgO), kalium clorid (KCl), amonium nitrat (NH4CO3), natrium hydroxide
(NaOH), sacchoro remise (C12H22O11), ammonium
f. Louride (NHaF), ammonie solution (NH3), oxelio acid dihydrate (H2C2O4),
Hidrochlorit acid (HCL), fuming leam klorid (HCL), asam oksalat (C2H2O42+
H2O).
B.
Prosedur Kerja
1. Alat dan bahan kimia yang
ada di laboratorium diamati
2. Nama alat dan kegunaannya
ditulis
3. Nama bahan kimia, rumus
kimia dan keterangan lainnya yang ada dilabel ditulis
4. Hasil pengamatan dalam
bentuk tabel ditulis
IV. HASIL DAN PEMBAHAN
IV. HASIL DAN PEMBAHAN
A.
Hasil
TABEL I
TERBUAT DARI GELAS
No.
|
Nama Alat
|
Merk
|
Kegunaan
|
Gambar
|
1.
|
Buret
|
Asisstent
|
Mengukur
volume cairan yang akan dikeluarkan atau dipindahkan secara akurat sesuai
keinginan
|
![]() |
2.
|
Pipet seukuran
|
Pyrex
|
Memindahkan
larutan atau zat cair dalam satu ukuran volume tertentu
|
![]() |
3.
|
Pipet tetes
|
-
|
Memindahkan
larutan dengan cara meneteskan larutan atau zat cair tanpa memperhatikan
volumenya
|
![]() |
4.
|
Volumetric flask (labu ukur)
|
Pyrex
|
Mengencerkan
larutan, menampung larutan/zat cair dengan volume yang tepat, membuat larutan
standar dengan tepat dan teliti
|
![]() |
5.
|
Gelas ukur
|
Pyrex
|
Mengukur
volume larutan / zat cair dengan tepat
|
|
6.
|
Labu didih
|
Pyrex
|
Labu gelas
untuk mendidihkan larutan
|
![]() |
7.
|
Labu erlenmeyer
|
Pyrex
|
Labu gelas
untuk menampung larutan dan digunakan saat titrasi
|
![]() |
8.
|
Labu destilasi
|
Pyrex
|
Labu gelas
untuk penyulingan (destilasi)
|
![]() |
9.
|
Kurvet (cuvet)
|
Pyrex
|
Menampung
larutan yang akan diukur dengan spektrofotometer
|
![]() |
10.
|
Ekskator atau desikator
|
-
|
Menyimpan
larutan atau benda supaya tetap kering
|
![]() |
11.
|
Tabung reaksi
|
-
|
Tabung untuk
mereaksikan zat
|
![]() |
12.
|
Gelas arloji
|
Pyrex
|
Tempat saat menimbang,
mengeringksn padatan dalam desikator
|
![]() |
TERBUAT DARI PORSELIN
No.
|
Nama Alat
|
Merk
|
Kegunaan
|
Gambar
|
1.
|
Cawan porselin
|
-
|
Mereaksikan
zat dalam suhu tinggi, mengabukan kertas saring, mengurai endapan dalam
aravimetic
|
![]() |
2.
|
Martil
|
-
|
Menghancurkan
zat dalam bentuk padatan
|
![]() |
3.
|
Sendok porselin atau spatula
|
-
|
Mengaduk /
mengambil bahan kimia berbentuk tepung dan padatan
|
![]() |
TERBUAT
DARI KARET
No.
|
Nama Alat
|
Merk
|
Kegunaan
|
Gambar
|
1.
|
Filler
|
D&N
|
Menyedot dan
mengeluarkan larutan yang berbahaya
|
![]() |
2.
|
Prop / penutup karet
|
-
|
Menutup labu
terdapat lubang guna untuk memasukan selang pada proses destilasi atau
penyulingan
|
![]() |
TERBUAT DARI LOGAM
No.
|
Nama Alat
|
Merk
|
Kegunaan
|
Gambar
|
1.
|
Statif
|
-
|
Memgang
buret / gelas lainnya
|
![]() |
2.
|
Oven listrik
|
Binder
|
Menghilangkan
atau menguapkan air
|
![]() |
3.
|
Waterbath
|
-
|
Memanaskan
larutan tanpa kontak langsung dengan sumber panas
|
![]() |
4.
|
PH- meter
|
Hanma
|
Mengukur
tingkat keasaman / kebasaan larutan
|
![]() |
5.
|
Timbangan analitik
|
Mettler telectu
|
Menimbang
berat dan larutan maupun zat
|
![]() |
6.
|
DHL-meter
|
-
|
Mengukur
daya hantar listrik
|
![]() |
7.
|
Muffle furnace
|
Therndyne
|
Alat untuk
memijarkan atau mengabukan bahan suhu tinggi
|
![]() |
8.
|
Spectrefotometer
|
Mikonroy company
|
Menghitung
larutan dikelaluarkan atau yang datang
|
![]() |
9.
|
flamefotometer
|
Jenwey
|
Digunakan dalam
analisis kimia anorganik untuk menentukansentrasi ion logam tertentu
|
![]() |
10.
|
Shaker
|
-
|
Mengaduk aau
mencapurkan suatu larutan lain sehingga bersifat homogen dengan gerakan 1
arah
|
![]() |
11.
|
Centrifuge
|
-
|
Memisahkan
bahan tersuspensi dari medianya
|
![]() |
12.
|
Deep freezer
|
Naarre
|
Mendinginkan
larutan / zat dan mengawetkan larutan / zat
|
![]() |
13.
|
Kompor listrik
|
Gerhant
|
Memanaskan
bahan yang akan diuji coba
|
![]() |
14.
|
Biosafety cabinet
|
-
|
Membuat
lingkungan yang aseptif untuk melakukan analisa mikrobiologi
|
![]() |
15.
|
Autoclaf
|
-
|
Mensterilisasi
suatu benda menggunkan uap bersuhu dan bertekanan tinggi
|
![]() |
TABEL II
BAHAN – BAHAN
No
|
Nama
Bahan Kimia
|
Rumus Kimia
|
Bobot
molekul
|
Derajat
kemurnian
|
Keterangan
lain
|
1.
|
Natrium karbonat
|
Na2CO3
|
105,99 g/mol
|
PA
|
Serbuk dan berwarna putih
|
2.
|
Acetil
|
CH3COOH
|
60,05 g/mol
|
PA
|
Cair dan bersifat korosif
|
3.
|
Magnesium oxide heavy
|
MgO
|
40,30 g/mol
|
USP
|
Serbuk dan berwarna putih
|
4.
|
Kalium clorid
|
KCl
|
74,55 g/mol
|
PA
|
Serbuk dan berwarna putih
|
5.
|
Amonium nitrat
|
NH4NO3
|
80,04 g/mol
|
PA
|
Lunak dan berwarna putih
|
6.
|
Natrium hydroxide
|
NaOH
|
40, 00 g/mol
|
PA
|
Butir dan berwarna putih
|
7.
|
Saccharo remise
|
C12H22O11
|
342, 7 g/mol
|
Ph Eur Phneur
NF
|
Butiran dan berwarna putih
|
8.
|
Ammonium f. Louride
|
NHaF
|
32,04 g/mol
|
PA
|
Serbuk dan berwarna putih
|
9.
|
Ammonie solution
|
NH3
|
0,91 g/mol
|
25%
|
Cair
|
10.
|
Oxelio acid dihydrate
|
H2C2O4
|
38,37 g/mol
|
PA
|
Kristal
|
11.
|
Hidrochlorit acid
|
HCL
|
1,19 g/mol
|
37%
|
Cair
|
12.
|
Fuming leam klorid
|
||||
13.
|
Asam oksalat
|
C2H4O42+H2O
|
23,09 g/mol
|
PA
|
Putih dan serbuk
|
B.
Pembahasan
Prinsip percobaan Pengenalan Alat di Laboratorium adalah berdasarkan
dari masing-masing alat mempunyai fungsi dan cara kerja yang
berbeda-beda.serta mempunyai ciri-ciri dan karakteristik yang berbeda pula
tergantung pada alatnya.Sehingga para praktikan dapat mengenal secara langsung
peralatan dengan menyebutkan serta menunjukan peralatan di laboratorium sesudah
itu peralatan yang belum diketahui dapat diperkenalakan secara langsung oleh
asissten praktikum. Dan juga manfaat
pengenalan alat dilaboratorium agar para praktikan mengerti fungsi serta cara
menggunakan alat tersebit sehingga tidak salah dalam penggunaannya ketika
melakukukan praktikum selanjutnya.
Spektrofotometer merupakan alat yang
digunakan untuk mengukur absorbansi
dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu
obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan
diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang
dilserap sebanding dengan konsentrasi
larutan di dalam kuvet. Spektroskopi serapan atom (bahasa Inggris:
atomic absorption spectroscopy) merupakan prosedur dalam kimia analisis yang menggunakan prinsip energi yang
diserap atom. Atom yang menyerap radiasi akan
menimbulkan keadaan energi elektronik terekesitasi. Teknik ini dikenalkan oleh
ahli kimia Australia pada tahun 1955 yang dipimpin oleh Alan Walsh dan oleh Alkemade dan Millatz di Belanda. Flamefotometer adalah alat yang
digunakan dalam kimia anorganik analisis untuk menentukan konsentrasi ion logam
tertentu, di antaranya natrium, kalium, lithium, dan kalsium. Kelompok 1 dan
kelompok 2 logam sangat sensitif terhadap api fotometri karena energi eksitasi
rendah. Perbedaan dari spektrofotometer dengan spektroskopi serapan atom ialah Unit atomisasi (atomisasi dengan
nyala dan tanpa nyala), sumber radiasi, sistem pengukur fotometri
(detektor) dan dengan flamefotometer ialah Spektrofotometer dan Spektroskopi serapan atom adalah untuk mengukur absorbansi sedangkan flamefotometer untuk menentukan konsentrasi ion
logam.
Oven listrik digunakan untuk
mengeringkan tanaman dan gulma dalam analisis vegetasi vegetasi. Biosafety
cabinet digunakan
untuk membuat lingkungan yang aseptif untuk melakukan analisa mikrobiologi. Flamefotometer
adalah alat
yang digunakan dalam kimia anorganik analisis untuk menentukan konsentrasi ion
logam tertentu, di antaranya natrium, kalium, lithium, dan kalsium. Dan alat – alat
kimia yang lainnya digunakan untuk menujang pembuatan inovasi – inovasi untuk
pertanian seperti pupuk, pestisida dan lain – lainnya. Acetil berguna dalam dalam pembuatan pupuk.
Amonium nitrat digunakan untuk penggunaan pupuk nitrogen amonia. KCl digunakan
untuk pupuk NPK Urea Organik Kcl.
Alat
laboratorium merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium yang
dapat dipergunakan berulang – ulang kali. Alat laboratorium berdasarkan bahan
pembuatannya, meliputi : alat terbuat
dari gelas, alat terbuat dari logam,
alat terbuat dari plastik, alat
terbuat dari bahan lainnya seperti sikat tabung reaksi dari ijuk, sumbat gabus
dan mortar dari porselin. Bahan dari gelas memiliki karakteristik
khusus misalnya tahan panas, yang ditandai dengan pyrex, tanda dagang (trade
mark) suatu perusahaan pembuat alat – alat gelas. Selain itu bahan yang
mempunyai karakteristik tertentu. Alat dari gelas yang sering digunakan dalam
praktikum adalah cawan petri, tabung reaksi, pipet, dirglaksi, gelas preparat
dengan gelas penutup, gelas ukur, gelas beker, ose. Sifat alat dari gelas itu
sendiri adalah bening dan tahan zat korosif, tahan terhadap panas, keras tetapi
rapuh. Alat dari porselen, porselen
sebagai bahan pembuat alat laboratorium mempunyai keunggulan tahan (resistant)
terhadap suhu tinggi. Pada permukaan alat terbuat dari porselen biasanya
diumpam (glazir). Sifat dari alat yang terbuat dari porselen adalah tidak mudah
terhembus sinar. Alat dari porselen yang sering digunakan dalam praktikum
adalah cawan porselen, martil porselen, sendok porselen atau spatula. Alat dari plastik dapat dikelompok
menjadi beberapa bagian / kelompok tergantung dari bahan penyusunnya. Beberapa
jenis plastik : termoplastik yaitu sifatnya mudah larut dalam beberapa zat
organik seperti Xlal, ether dan chloroform; PVC (Polyvinyl Klorida) yaitu lebih
tahan panas terhadap zat kimia yang dikenal dengan nama pralon; Plexiglass
(perspex) yaitu bening seperti kaca, dapat digergaji atau dapat dibor, mudah
disambung dengan perekat plastik, larut pada kloroform. Alat dari logam, bahan dari logan memiliki sifat yang bersifat
campuran (alloy) ada logam yang keras, ada logam yang lentur, ada logam yang
tahan terhadap korosi. Alat dari logam yang sering digunakan dalam praktikum
adalah statif, oven listrik, PH-meter, timbangan analitik, spectrofotometer,
shaker, kompor listrik. (Nusi, 2013)
Alat-alat
laboratorium yang digunakan dalam percobaan bermacam-macam diantaranya alat
pemanas yang terdiri dari pembakar gas, kaki tiga, segitiga perselin, kasa,
gegep, pemanas air, alat-alat perselin (cawan porselin dan pinggan porselin).
Selain itu juga digunakan alat-alat gelas. Sebelum digunakan alat-alat gelas
harus diperiksa dan kemudian dibersihkan. Alat-alat gelas diantaranya gelas
wadah, sedangkan untuk mereaksikan zat digunakan gelas ukur, labu ukur (labu
takar), pipet ukur (pipet gondok dan pipet mohr), dan buret. Sedangkan
alat-alat lain seperti, pengaduk gelas, erlenmeyer, corong, semprot, kertas
saring, timbangan dan lain-lain. Alat-alat gelas ini juga memiliki kegunaan dan
fungsi masing-masing yang berguna untuk memudahkan praktikan dalam melaksanakan
praktikum (Subroto, 2000)
Hasil
dari acara 1 adalah para praktikan mengenal alat – alat di laboratorium
mengetahui fungsi, kegunaan serta cara menggunakannya sehingga meminimalisir
kesalahan dalam penggunaan untuk acara – acar praktikum untuk selanjutnya.
Serta mengetahui bahan – bahan kimia beserta rumus kimianya, bentuk dan
kegunaannya dalam bidang pertanian. Hasil dari acara 1 sudah sesuai dengan apa
yang dikatakan oleh literatur, beberapa peralatan yang dijelaskan oleh
literatur. Peralatan
dasar laboratorium : Gelas kimia adalah gelas tinggi, berdiameter besar dengan
skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap
panas hingga suhu 200°C ; Gelas ukur adalah gelas tinggi dengan skala
disepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas ;
Pipet adalah Alat yang digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu
maupun takaran bebas ; Buret adalah tabung kaca bergaris dan memilii kran
diujungnya ; Tabung reaksi adalah tabung yang dilengkapi dengan tutup.
Terbuat dari borosilikat panas dan tediri dari berbagai ukuran ; Kaca arloji terbuat
dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran dan diameter ; Corong terbuat
dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai
; Spatula adalah sendok panjang dengan
ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium ; Labu
Erlenmeyer adalah gelas yang diameternya semakin keatas semakin kecil dengan
skala sepanjang dindingnya. Ukuran mulai dari 10 ml sampai 2 l ; Batang
pengaduk yang terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan
didalam gelas kimia (Day, 1998).
V.
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
KESIMPULAN
Kesimpulannya adalah hasil yang diperoleh pada acara 1
telah sesuai dengan dengan apa yang dijelaskan oleh para literatur baik bahan –
bahan kimia maupun alat – alat serta fungsinya.
B.
SARAN
Sebaiknya dalam pelengkapan foto untuk acc dapat
menggambil gambar dari internet agar lebih jelas bagaimana gambar tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Jilid 1 Edisi ketiga. Jakarta: Erlangga
Day, R.A. Jr and, A. L. Underwood. 1998. “Analisis Kimia
Kualitatif”. Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.
Muchtaridi,
Justiana,2006.Kimia 1. Bandung : Erlangga.Jl.Parayangan No.62:
Mustafa Rahmad,
2007. Kimia Dasar, jilid 1. Jakarta : Gramedia.
Sodik, 2014. Peralatan
Laboratorium. Bandung .
Subroto, J. 2000. “Buku Pintar Alat Laboratorium”. Solo : Aneka































Tidak ada komentar:
Posting Komentar