Kamis, 20 Oktober 2016

Laporan Kimia Pertanian Perkenalan Alat dan Bahan


                            I.            PENDAHULUAN

A.                 Latar Belakang

Ketika mempelajari mata kuliah kimia pasti kita akan melakukan suatu percobaan atau praktikum. Suatu praktikum biasanya terjadi di laboraturium, yang pengertiannya adalah sebagai ruangan yang dibatasi oleh dinding yang di dalamnya terdapat alat-alat dan bahan-bahan beraneka ragam yang dapat digunakan untuk melakukan eksperimen. Di dalam laboraturium terdapat alat dan bahan – bahan kimia yang berbahaya. Beberapa menyebabkan timbulnya penyakit seperti asam sianida yang dapat menimbulkan pusing. Kita harus berhati hati dalam menggunakan alat dan bahan kimia yang ada di laboraturium dan menaati tata tertib sehinggakeselamatan kerja dapat terjamin. Alat dan bahan kimia yang biasa dipergunakan dilaboraturium umumnya diberi simbol, misalnya simbol S yang berarti safe ty atau aman dan simbol R yang berarti risk atau berbahaya.
Ketika kita berada di laboratorium, kita akan diminta untuk menggunakan jas laboratorium. Jas laboratorium yang berwarna putih ini akan melindungi kita dari tumpahan zat berbahaya, melindungi pakaian agar tidak kotor dan siifatnya mudah dibersihkan.
Pengenalan kepada alat – alat kimia yang digunakan untuk mempermudah kegiatan atau acara praktiku untuk selanjutnya. Dikenalkan nama, bentuk serta fungsi dari alat – alat kimia tersebut.

B.                 Tujuan
Mengetahui nama dan fungsi dari alat – alat laboraturium, mengetahui jenis, sifat dan zat kimia, serta mengetahui cara pemggunaan alat – alat laboratorium.



                             II.            TINJAUAN PUSTAKA

Kimia (dari bahasa Arab transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: χημεία, transliterasi: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia. Kimia adalah ilmu yang mempelajari komposisi dan sifat suatu benda  serta perubahan dan pembentukan suatu zat itu. Benda juga di sebut dengan materi yaitu segala sesuatu yang memiliki masa dan memiliki ruang (Muchtaridi, Justiana, 2006).
Seperti yang telah dijelaskan pada praktikum pengenalan alat-alat laboratorium bertujuan untuk membuat praktikan mengetahui fungsi atau kegunaan alat-alat laboratorium, oleh karena itu, fungsi daripada tiap-tiap alat akan dijelaskan dengan tujuan agar praktikan dapat memahami secara jelas kegunaan alat-alat laboratorium yang akan dipakai. Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat tersebut, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan (Sodik, 2014).
Bahan yang digunakan dalam kegiatan praktik di laboratorium Kimia dapat berupa bahan kimia. Dengan karakteristik bahan kimia yang berbahaya mudah terbakar, mudah meledak, korosif dan beracun. Contoh bahan kimia berbahaya seperti asam khlorida, asam sulfat dan asam phosphat. Bahan kimia yang kurang berbahaya seperti aquadest, amilum, yodium dan gula
Karakteristik bahan-bahan kimia berdasarkan sifatnya yaitu: a). Alumunium sulfat AlSO4) Ciri/ karakteristik : berbentuk kristal, berwarna putih , larut dalam air. Aluminium sulfatdigunakan sebagai pengganti tawas; b). Amoniak  (NH4OH) Ciri/karakteristik : mudah menguap, jika terkena kulit dan mata menyebabkan iritasi, dalamwujud uap mengganggu pernafasan; c). Asam sulfat (H2SO4) Karakteristik : zat cair tidak berwarna, tergolong asam kuat, bersifat racun, sangat korosif.Jika terkena kulit dapat menimbulkan luka parah dan jika terkena kain dapat merusak kain; d). Asamk lorida (HCl) Karakteristik : zat cair tak berwarna, bersifat racun, korosif; e). Etanol (C2H5OH) Etanol sering juga disebut dengan alkohol.Karakteristik: zat cair tidak berwarna, mudah menguap, muah terbakar, biasanya digunakansebagai pelarut; f). Natrium klorida (NaOH) Natrium klorida merupakan zat padat berwarna putih, bersifat racun, bersifat korosif, danmudah menyerap uap air, udara (Mustafa,2007).
Peralatan dasar laboratorium : Gelas kimia adalah gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200°C ; Gelas ukur adalah gelas tinggi dengan skala disepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas ; Pipet adalah Alat yang digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas ; Buret adalah tabung kaca bergaris dan memilii kran diujungnya ; Tabung reaksi adalah tabung yang dilengkapi dengan tutup.  Terbuat dari borosilikat panas dan tediri dari berbagai ukuran ; Kaca arloji   
terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran dan diameter ; Corong terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai ; Spatula adalah  sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium ; Labu Erlenmeyer adalah gelas yang diameternya semakin keatas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Ukuran mulai dari 10 ml sampai 2 l ; Batang pengaduk yang terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan didalam gelas kimia (Day, 1998).
            Ilmu kimia sangat bergantung pada pengukuran. Sebagai contoh, kimiawan menggunakan pengukuran untuk membandingkan sifat dari berbagai zat dan untuk mempelajari perubahan yang terjadi dalam suatu percobaan. Peralatan laboratorium yang biasa digunakan untuk pengukuran yaitu buret, pipet, tabung volumetrik, labu ukur untuk mengukur volume, timbangan untuk mengukur massa, dan termometer untuk mengukur suhu. Alat-alat ini dapat mengukur sifat-sifat mkroskopik yang dapat ditentukan secara langsung. Sifat-sifat makroskopik yaitu pada tingkat atom harus ditentukan dengan metode tidak langsung (chang, 2005).
            Alat-alat laboratorium yang digunakan dalam percobaan bermacam-macam diantaranya alat pemanas yang terdiri dari pembakar gas, kaki tiga, segitiga perselin, kasa, gegep, pemanas air, alat-alat perselin (cawan porselin dan pinggan porselin). Selain itu juga digunakan alat-alat gelas. Sebelum digunakan alat-alat gelas harus diperiksa dan kemudian dibersihkan. Alat-alat gelas diantaranya gelas wadah, sedangkan untuk mereaksikan zat digunakan gelas ukur, labu ukur (labu takar), pipet ukur (pipet gondok dan pipet mohr), dan buret. Sedangkan alat-alat lain seperti, pengaduk gelas, erlenmeyer, corong, semprot, kertas saring, timbangan dan lain-lain. Alat-alat gelas ini juga memiliki kegunaan dan fungsi masing-masing yang berguna untuk memudahkan praktikan dalam melaksanakan praktikum (Subroto, 2000)
            Analisis tidak boleh dilakukan dengan alat kaca yang tidak bersih. Alat kaca yang tampaknya bersih belum tentu bersih dari sudut pandang seorang analisis. Permukaan yang tampaknya tak ada kotoran sering masih tercemari oleh lapisan tipis, tak tampak yang berminyak. Bila air dituangkan dari dalam suatu wadah yang tercemar, air tidak terbuang secara seragam dari permukaan kaca, tetapi menyisakan tetesan yang kecil, yang merepotkan atau kadang-kadang mustahil dipulihkan. Alat kaca yang bisa dimasuki sikat seperti bekker dan erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau detergen sintetik. Pipet, buret, atau labu volumetri mungkin memerlukan larutan detergen panas untuk bisa benar-benar bersih. Jika permukaan kaca itu masih membuang airnya secara seragam, mungkin perlu digunakan larutan pembersih, yang sifat oksidasi kuatnya dapat memastikan kebersihan permukaan kaca keseluruhan. Setelah dibersihkan, alat itu hendaknya dibilas beberapa kali dengan air kran, kemudian dengan sedikit air suling, dan akhirnya mengering sendiri             (Day dan Underwood, 1999)




                                                                                                                III.            METODE PRAKTIKUM

A.                Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalan acara 1 adalah buret, pipet seukuran, pipet tetes, volumetric flask (labu ukur), gelas ukur, labu didih, labu elenmeyer, labu destilasi, kurvet, ekskator atau desikator, tabung reaksi, cawan porselin, martil, sendok porselin atau spatula, filler, drop atau penutup karet,tatif, oven listrik, waterbath, PH- meter, timbangan analitik, DHL-meter, muffle furnace, spectrofotometer, flamefotometer, shaker, centrifuge,deep freezer, kompor listrik, biosafety cabinet, autoclaf, natrium karbonat (Na2CO3), acatil acid (CH3COOH), magnesium oxide heavy (MgO), kalium clorid (KCl), amonium nitrat (NH4CO3), natrium hydroxide (NaOH), sacchoro remise (C12H22O11), ammonium f. Louride (NHaF), ammonie solution (NH3), oxelio acid dihydrate (H2C2O4), Hidrochlorit acid (HCL), fuming leam klorid (HCL), asam oksalat (C2H2O42+ H2O).

B.                 Prosedur Kerja

1.      Alat dan bahan kimia yang ada di laboratorium diamati
2.      Nama alat dan kegunaannya ditulis
3.      Nama bahan kimia, rumus kimia dan keterangan lainnya yang ada dilabel ditulis
4.      Hasil pengamatan dalam bentuk tabel ditulis
     

                                                                                                    




                                                                                                             IV.                        HASIL DAN PEMBAHAN

A.                Hasil
TABEL I
TERBUAT DARI GELAS
No.
Nama Alat
Merk
Kegunaan
Gambar
1.
Buret
Asisstent
Mengukur volume cairan yang akan dikeluarkan atau dipindahkan secara akurat sesuai keinginan
http://static.rapidonline.com/catalogueimages/Module/M073144P01WL.jpg
2.
Pipet seukuran
Pyrex
Memindahkan larutan atau zat cair dalam satu ukuran volume tertentu
https://ecs7.tokopedia.net/img/product-1/2015/5/7/374021/374021_e81adc80-f48d-11e4-b33f-064687772fba.jpg
3.
Pipet tetes
-
Memindahkan larutan dengan cara meneteskan larutan atau zat cair tanpa memperhatikan volumenya
https://ecs7.tokopedia.net/img/product-1/2015/10/23/5150224/5150224_ef37a586-8448-4cdd-af89-a40714199f16.jpg
4.
Volumetric flask (labu ukur)
Pyrex
Mengencerkan larutan, menampung larutan/zat cair dengan volume yang tepat, membuat larutan standar dengan tepat dan teliti
http://srv-live.lazada.co.id/p/image-938354-1-product.jpg
5.
Gelas ukur
Pyrex
Mengukur volume larutan / zat cair dengan tepat
https://pacotekindoservice.files.wordpress.com/2015/04/gelas-ukur-measuring-cylinder.png
6.
Labu didih
Pyrex
Labu gelas untuk mendidihkan larutan
http://cdn1.bigcommerce.com/server2300/zcgfz4/products/14919/images/40523/Boiling_Round_RRC_100ml_3__38526.1436168890.1280.1280.jpg?c=2
7.
Labu erlenmeyer
Pyrex
Labu gelas untuk menampung larutan dan digunakan saat titrasi
http://static.ralali.com/assets/img/RLL/Alat%20Laboratorium/RALALI%20LABU%20ERLENMEYER.jpg
8.
Labu destilasi
Pyrex
Labu gelas untuk penyulingan (destilasi)
http://tshop.r10s.com/c57/135/d38c/0897/b047/fdbb/0fc4/118ee4857d005056b73dcc.jpg
9.
Kurvet (cuvet)
Pyrex
Menampung larutan yang akan diukur dengan spektrofotometer
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmN8c7v73dJZm_ZdfECQDAKbzzGdKcyZmfWNO1k9jLGJLDKKSKP7kIZDa1_PmAKdnhBeVX3xhAc7GF9guYQcljT1LP_Bcw1SUyLgKL130UpHebMT8eqLw8F4RezwurVPwff2NCkz4KH2WB/s320/kuvet.jpeg
10.
Ekskator atau desikator
-
Menyimpan larutan atau benda supaya tetap kering
http://www.isotherm.com.tr/0001/0001/isotherm.com.tr/Image/desikat%C3%B6r%202.JPG
11.
Tabung reaksi
-
Tabung untuk mereaksikan zat
http://alatpendidikan.com/image/cache/data/Tabung-Reaksi-20-ml-500x500.jpg
12.
Gelas arloji
Pyrex
Tempat saat menimbang, mengeringksn padatan dalam desikator
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqG-ZwRXsSyWZNduChuVwuQklyjB5s3WveW8WD29X_8XR5NbJmSAFJOpch2yPregeT4WuPq15VHnBBFMqjcp4hERuS3fOgkN_WufoVzWS6SPvS-hOtM3IwFR237VY2U3pTCTNhJPaJJ-vN/s1600/preview_html_m3f997f54.jpg

TERBUAT DARI PORSELIN
No.
Nama Alat
Merk
Kegunaan
Gambar
1.
Cawan porselin
-
Mereaksikan zat dalam suhu tinggi, mengabukan kertas saring, mengurai endapan dalam aravimetic
https://ecs7.tokopedia.net/img/cache/300/product-1/2015/5/10/324000/324000_3cf04860-f72e-11e4-9a82-cec749bc7260.jpg
2.
Martil
-
Menghancurkan zat dalam bentuk padatan
http://w20.indonetwork.co.id/pdimage/36/4822336_lumpangdanalu.jpg
3.
Sendok porselin atau spatula
-
Mengaduk / mengambil bahan kimia berbentuk tepung dan padatan
http://w30.indonetwork.co.id/pdimage/49/s_3623249_spatulaspoon.jpg

TERBUAT DARI KARET
No.
Nama Alat
Merk
Kegunaan
Gambar
1.
Filler
D&N
Menyedot dan mengeluarkan larutan yang berbahaya
http://tshop.r10s.com/6ca/f78/3386/4096/e03b/faf2/d4a8/11f4e48f0b005056b71f8d.jpg
2.
Prop / penutup karet
-
Menutup labu terdapat lubang guna untuk memasukan selang pada proses destilasi atau penyulingan
http://202.67.224.140/pdimage/11/s_4824311_sumbatkaret1lubang.jpg

TERBUAT DARI LOGAM
No.
Nama Alat
Merk
Kegunaan
Gambar
1.
Statif
-
Memgang buret / gelas lainnya
http://www.abemus.fr/KAI5411.jpg
2.
Oven listrik
Binder
Menghilangkan atau menguapkan air
http://jasakalibrasi.net/wp-content/uploads/2013/05/Oven-listrik.jpg
3.
Waterbath
-
Memanaskan larutan tanpa kontak langsung dengan sumber panas
http://w31.indonetwork.co.id/pdimage/92/4209092_thermostat-water-bath.jpg
4.
PH- meter
Hanma
Mengukur tingkat keasaman / kebasaan larutan
http://sukm.id/wp-content/uploads/2014/09/Jual-Bahan-Kimia-pH-Meter-Ecoscan-Peralatan-Instrument-Laboratorium-Surabaya-Indonesia-PT.-SUMBER-UTAMA-KIMIA-MURNI-08123216168-1a.jpg
5.
Timbangan analitik
Mettler telectu
Menimbang berat dan larutan maupun zat
https://oktavianipratama.files.wordpress.com/2012/11/pionir11.jpg
6.
DHL-meter
-
Mengukur daya hantar listrik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNqVXQ9zAJ-_WvKI0c41T3MH1GGg8GvdWFrB_e8As7m4hAWXPC74YOVTXn4UZjEByPpPAelxbRvyYk4ZzKEupZW8nNxHs6Iyh4qgVllNWYkCjphFR5aHnXtxXmYDmwTfl_8us2Mj83uQI/s1600/conductivity-meter.jpeg
7.
Muffle furnace
Therndyne
Alat untuk memijarkan atau mengabukan bahan suhu tinggi
http://labardinstruchem.com/wp-content/uploads/2013/08/Muffle-Furnace.jpg
8.
Spectrefotometer
Mikonroy company
Menghitung larutan dikelaluarkan atau yang datang
http://i01.i.aliimg.com/wsphoto/v0/516184285/jk-vs-721n-visiable-spectrofotometer.jpg
9.
flamefotometer
Jenwey
Digunakan dalam analisis kimia anorganik untuk menentukansentrasi ion logam tertentu
http://images1.hellotrade.com/data2/GI/PW/HTVENDOR-559181/images-products-flamephotometer-250x250.jpeg
10.
Shaker
-
Mengaduk aau mencapurkan suatu larutan lain sehingga bersifat homogen dengan gerakan 1 arah
https://labsatu.com/uploads/foto_produk/S2030-RC-B-230V1.jpg
11.
Centrifuge
-
Memisahkan bahan tersuspensi dari medianya
http://www.pocdscientific.com.au/img/eppendorf_centrifuge/eppendorf_centrifuge_5702r.jpg
12.
Deep freezer
Naarre
Mendinginkan larutan / zat dan mengawetkan larutan / zat
https://labsatu.com/uploads/foto_produk/20147291435517991.jpg
13.
Kompor listrik
Gerhant
Memanaskan bahan yang akan diuji coba
http://s.kaskus.id/r480x480/images/fjb/2015/08/15/kompor_listrik_kimia_magnetic_stirrer_jogja_6687722_1439599550.JPG
14.
Biosafety cabinet
-
Membuat lingkungan yang aseptif untuk melakukan analisa mikrobiologi
http://www.bio-equip.cn/eWebEditor%5CUploadFile%5C486.jpg
15.
Autoclaf
-
Mensterilisasi suatu benda menggunkan uap bersuhu dan bertekanan tinggi
http://alatlaboratorium.co.id/product_images/v/954/AllAmerican-b__50952_zoom.jpg

TABEL II
BAHAN – BAHAN
No
Nama Bahan Kimia
 Rumus Kimia
Bobot molekul
Derajat kemurnian
Keterangan lain
1.
Natrium karbonat
Na2CO3
105,99 g/mol
PA
Serbuk dan berwarna putih
2.
Acetil
CH3COOH
60,05 g/mol
PA
Cair dan bersifat korosif
3.
Magnesium oxide heavy
MgO
40,30 g/mol
USP
Serbuk dan berwarna putih
4.
Kalium clorid
KCl
74,55 g/mol
PA
Serbuk dan berwarna putih
5.
Amonium nitrat
NH4NO3
80,04 g/mol
PA
Lunak dan berwarna putih
6.
Natrium hydroxide
NaOH
40, 00 g/mol
PA
Butir dan berwarna putih
7.
Saccharo remise
C12H22O11
342, 7 g/mol
Ph Eur Phneur    NF
Butiran dan berwarna putih
8.
Ammonium f. Louride
NHaF
32,04 g/mol
PA
Serbuk dan berwarna putih
9.
Ammonie solution
NH3
0,91 g/mol
25%
Cair
10.
Oxelio acid dihydrate
H2C2O4
38,37 g/mol
PA
Kristal
11.
Hidrochlorit acid
HCL
1,19 g/mol
37%
Cair
12.
Fuming leam klorid
13.
Asam oksalat
C2H4O42+H2O
23,09 g/mol
PA
Putih dan serbuk



B.                 Pembahasan

Prinsip percobaan Pengenalan Alat di Laboratorium adalah berdasarkan dari masing-masing alat  mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda.serta mempunyai ciri-ciri dan karakteristik yang berbeda pula tergantung pada alatnya.Sehingga para praktikan dapat mengenal secara langsung peralatan dengan menyebutkan serta menunjukan peralatan di laboratorium sesudah itu peralatan yang belum diketahui dapat diperkenalakan secara langsung oleh asissten praktikum. Dan juga manfaat pengenalan alat dilaboratorium agar para praktikan mengerti fungsi serta cara menggunakan alat tersebit sehingga tidak salah dalam penggunaannya ketika melakukukan praktikum selanjutnya.
            Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang dilserap sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet. Spektroskopi serapan atom (bahasa Inggris: atomic absorption spectroscopy) merupakan prosedur dalam kimia analisis yang menggunakan prinsip energi yang diserap atom. Atom yang menyerap radiasi akan menimbulkan keadaan energi elektronik terekesitasi. Teknik ini dikenalkan oleh ahli kimia Australia pada tahun 1955 yang dipimpin oleh Alan Walsh dan oleh Alkemade dan Millatz di Belanda. Flamefotometer adalah alat yang digunakan dalam kimia anorganik analisis untuk menentukan konsentrasi ion logam tertentu, di antaranya natrium, kalium, lithium, dan kalsium. Kelompok 1 dan kelompok 2 logam sangat sensitif terhadap api fotometri karena energi eksitasi rendah. Perbedaan dari spektrofotometer dengan spektroskopi serapan atom ialah Unit atomisasi (atomisasi dengan nyala dan tanpa nyala), sumber radiasi, sistem pengukur fotometri (detektor) dan dengan flamefotometer ialah Spektrofotometer dan Spektroskopi serapan atom adalah untuk mengukur absorbansi sedangkan flamefotometer untuk menentukan konsentrasi ion logam.
            Oven listrik digunakan untuk mengeringkan tanaman dan gulma dalam analisis vegetasi vegetasi. Biosafety cabinet digunakan untuk membuat lingkungan yang aseptif untuk melakukan analisa mikrobiologi. Flamefotometer adalah alat yang digunakan dalam kimia anorganik analisis untuk menentukan konsentrasi ion logam tertentu, di antaranya natrium, kalium, lithium, dan kalsium. Dan alat – alat kimia yang lainnya digunakan untuk menujang pembuatan inovasi – inovasi untuk pertanian seperti pupuk, pestisida dan lain – lainnya. Acetil berguna dalam dalam pembuatan pupuk. Amonium nitrat digunakan untuk penggunaan pupuk nitrogen amonia. KCl digunakan untuk pupuk NPK Urea Organik Kcl.
            Alat laboratorium merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium yang dapat dipergunakan berulang – ulang kali. Alat laboratorium berdasarkan bahan pembuatannya, meliputi : alat terbuat dari gelas, alat terbuat dari logam, alat terbuat dari plastik, alat terbuat dari bahan lainnya seperti sikat tabung reaksi dari ijuk, sumbat gabus dan mortar dari porselin. Bahan dari gelas memiliki karakteristik khusus misalnya tahan panas, yang ditandai dengan pyrex, tanda dagang (trade mark) suatu perusahaan pembuat alat – alat gelas. Selain itu bahan yang mempunyai karakteristik tertentu. Alat dari gelas yang sering digunakan dalam praktikum adalah cawan petri, tabung reaksi, pipet, dirglaksi, gelas preparat dengan gelas penutup, gelas ukur, gelas beker, ose. Sifat alat dari gelas itu sendiri adalah bening dan tahan zat korosif, tahan terhadap panas, keras tetapi rapuh. Alat dari porselen, porselen sebagai bahan pembuat alat laboratorium mempunyai keunggulan tahan (resistant) terhadap suhu tinggi. Pada permukaan alat terbuat dari porselen biasanya diumpam (glazir). Sifat dari alat yang terbuat dari porselen adalah tidak mudah terhembus sinar. Alat dari porselen yang sering digunakan dalam praktikum adalah cawan porselen, martil porselen, sendok porselen atau spatula. Alat dari plastik dapat dikelompok menjadi beberapa bagian / kelompok tergantung dari bahan penyusunnya. Beberapa jenis plastik : termoplastik yaitu sifatnya mudah larut dalam beberapa zat organik seperti Xlal, ether dan chloroform; PVC (Polyvinyl Klorida) yaitu lebih tahan panas terhadap zat kimia yang dikenal dengan nama pralon; Plexiglass (perspex) yaitu bening seperti kaca, dapat digergaji atau dapat dibor, mudah disambung dengan perekat plastik, larut pada kloroform. Alat dari logam, bahan dari logan memiliki sifat yang bersifat campuran (alloy) ada logam yang keras, ada logam yang lentur, ada logam yang tahan terhadap korosi. Alat dari logam yang sering digunakan dalam praktikum adalah statif, oven listrik, PH-meter, timbangan analitik, spectrofotometer, shaker, kompor listrik. (Nusi, 2013)
            Alat-alat laboratorium yang digunakan dalam percobaan bermacam-macam diantaranya alat pemanas yang terdiri dari pembakar gas, kaki tiga, segitiga perselin, kasa, gegep, pemanas air, alat-alat perselin (cawan porselin dan pinggan porselin). Selain itu juga digunakan alat-alat gelas. Sebelum digunakan alat-alat gelas harus diperiksa dan kemudian dibersihkan. Alat-alat gelas diantaranya gelas wadah, sedangkan untuk mereaksikan zat digunakan gelas ukur, labu ukur (labu takar), pipet ukur (pipet gondok dan pipet mohr), dan buret. Sedangkan alat-alat lain seperti, pengaduk gelas, erlenmeyer, corong, semprot, kertas saring, timbangan dan lain-lain. Alat-alat gelas ini juga memiliki kegunaan dan fungsi masing-masing yang berguna untuk memudahkan praktikan dalam melaksanakan praktikum (Subroto, 2000)
            Hasil dari acara 1 adalah para praktikan mengenal alat – alat di laboratorium mengetahui fungsi, kegunaan serta cara menggunakannya sehingga meminimalisir kesalahan dalam penggunaan untuk acara – acar praktikum untuk selanjutnya. Serta mengetahui bahan – bahan kimia beserta rumus kimianya, bentuk dan kegunaannya dalam bidang pertanian. Hasil dari acara 1 sudah sesuai dengan apa yang dikatakan oleh literatur, beberapa peralatan yang dijelaskan oleh literatur. Peralatan dasar laboratorium : Gelas kimia adalah gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200°C ; Gelas ukur adalah gelas tinggi dengan skala disepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas ; Pipet adalah Alat yang digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas ; Buret adalah tabung kaca bergaris dan memilii kran diujungnya ; Tabung reaksi adalah tabung yang dilengkapi dengan tutup.  Terbuat dari borosilikat panas dan tediri dari berbagai ukuran ; Kaca arloji terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran dan diameter ; Corong terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai ; Spatula adalah  sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium ; Labu Erlenmeyer adalah gelas yang diameternya semakin keatas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Ukuran mulai dari 10 ml sampai 2 l ; Batang pengaduk yang terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan didalam gelas kimia (Day, 1998).




                 V.            KESIMPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN

Kesimpulannya adalah hasil yang diperoleh pada acara 1 telah sesuai dengan dengan apa yang dijelaskan oleh para literatur baik bahan – bahan kimia maupun alat – alat serta fungsinya.

B.     SARAN

Sebaiknya dalam pelengkapan foto untuk acc dapat menggambil gambar dari internet agar lebih jelas bagaimana gambar tersebut.




DAFTAR PUSTAKA

Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Jilid 1 Edisi ketiga. Jakarta:   Erlangga
Day, R.A. Jr and, A. L. Underwood. 1998. “Analisis Kimia Kualitatif”. Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.
Muchtaridi, Justiana,2006.Kimia 1. Bandung : Erlangga.Jl.Parayangan No.62:
Mustafa Rahmad, 2007. Kimia Dasar, jilid 1. Jakarta : Gramedia.
Sodik, 2014. Peralatan Laboratorium. Bandung .
Subroto, J. 2000. “Buku Pintar Alat Laboratorium”. Solo : Aneka